Teknik V model sering disebut sebagai pengembangan dari teknik waterfall. V model
untuk verifikasi dan validasi dan merupakan model standar yang banyak dipakai
di negara-negara Eropa seperti standar untuk proyek pertahanan dan administrasi
federal di Jerman.
V model merupakan proses pengembangan perangkat lunak
(juga berlaku untuk pengembangan hardware) yang dapat dianggap perluasan dari
model air terjun. Alih-alih bergerak turun dengan cara yang linear, langkah-langkah
proses yang bengkok ke atas setelah fase coding, untuk membentuk V yang khas.
V model menunjukkan hubungan antara setiap vase siklus hidup pengembangan dan
fase terkait pengujian. Sumbu horisontal dan vertikal merupakan kelengkapan waktu
atau proyek (kiri ke kanan) dan tingkat abstraksi (yang kasar-butiran menonjol abstraksi),
masing-masing.
V model digunakan dalam proyek teknologi informasi di negara Jerman.
Hal ini berlakuterutama untuk proyek teknologi informasi pada pada sektor
pertahanan negara Jerman. Selainitu, V Model juga digunakan oleh software developer
negara Jerman untuk proyek teknologi informasi lain.
1. Requirement Analysis & Acceptance Testing
Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam
model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna.
Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi
yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak.
2. System Design & System Testing
Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu
pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya.
Keluaran dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem
secara umum, struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan
contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram
dan Data Dictionary.
3. Architecture Design & Integration Testing
Sering juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur
yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap
modul, ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan antar interface, detail teknologi
yang dipakai.
4. Module Design & Unit Testing
Sering juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah
menjadi modul-modul yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi
penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding.
Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul,
pesan kesalahan, proses input-output untuk tiap modul, dan lain-lain.
5. Coding
Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk.
Kelebihan V Model memiliki beberapa kelebihan yaitu:
V Model sangat fleksibel.V Model mendukung Project tailoring dan penambahan
dan pengurangan method dan tool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk
melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan
sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkan
method dan tool yang di anggap sudah obsolete.
V Model dikembangkan dan dimaintain oleh public.User dari V Model berpartisipasi
dalam change control board yang memproses semua change reguest terhadap V Model.
Keuntungan V Model :
1.Bahasa yang digunakan untuk merepresentasikan konsep V model menggunakan
bahasa formal. Contoh : dengan menggunakan objek model ataupun frame-frame.
2.Meminimalisasikan kesalahan pada hasil akhir karena ada test pada setiap prosesnya.
3.Penyesuaian yang cepat pada projek yang baru.
4.Memudahkan dalam pembuatan dokumen projek.5Biaya yang murah
dalam perawatan dan modifikasinya
5.V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan
penambahan dan pengurangan method dan tool secara dinamik.
Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan
suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru
atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolute.
6.V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. User dari
V Model berpartisipasi dalam change control board yang memproses semua
change request terhadap V Model.
Kerugian V Model :
1.Aktifitas V-Model hanya difokuskan pada projectnya saja, bukan
pada keseluruhan organisasi. V-Model adalah proses model yang hanya
dikerjakan sekali selama project saja, bukan keseluruhan organisasi.
2.Prosesnya hanya secara sementara. Ketika project selesai, jalannya
proses model dihentikan. Tidak berlangsung untuk keseluruhan organisasi.
3.Metode yang ditawarkan terbatas. Sehingga kita tidak memiliki cara
pandang dari metode yang lain. Kita tidak memiliki kesempatan untuk
mempertimbangkan jika ada tools lain yang lebih baik.
4.Toolnya tidak selengkap yang dibicarakan. SDE
(Software Development Environment). Tidak ada tools untuk hardware di
V-Model. Tool yang dimaksud adalah “software yang mendukung pengembangan
atau pemeliharaan / modifikasi dari system IT.
5.V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali
dalam suatu proyek.
6.V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activity dalam V Model
yang digambarkan terlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa
yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar